Pos

KH. Moh. Zuhri Zaini, Mengabdi di Pesantren Harus Ikhlas

nuruljadid.net – “Mengabdi pada dasarnya belajar, begitupun mengajar. Pada dasarnya sedang belajar, tentu dalam mencapai hasil yang baik yang pertama, ikhlas karena Allah SWT. Sebab keikhlasan disamping mendatangkan pahala, juga ada pertolongan dari Allah SWT”.

Hal itu didawuhkan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Moh. Zuhri Zaini pada kegiatan Tausiyah Pengasuh yang diadakan oleh Biro Kepesantrenan bidang Penataan Wilayah. Senin (17/02/2020).

Kemudian, KH. Moh. Zuhri Zaini menjelaskan jika ibadah dilakukan dengan bersungguh – sungguh akan ada barokah dan pahalanya, “Jadi kalau pahala itu di akhirat dan barokah itu dunia dan akhirat,” ungkap beliau

beliau turut menerangkan bahwa wali asuh merupakan ujung tombak pesantren. melalui wali asuh pesantren mendidik santri, menanamkan ruhul jihad dan pengabdian. Sebab, menurut beliau sebanyak apapun ilmu yang dimiliki dan lengkapnya fasilitas jika tidak memiliki semangat juang dan pengabdian maka hal itu tidak akan berguna.

“Sebab dulu ada kiai mondoknya di PP. Zainul Hasan Genggong, yang satu sekarang ada di Probolinggo dan satunya lagi di Bondowoso. Waktu mondok di Genggong, karena cara dulu mengabdinya itu sangat perhatian terhadap kiainya yaitu KH. Hasan Genggong. Jadi setiap kiainya itu pergi ke masjid itu sandalnya langsung dibetulkan dan dibalik menghadap keluar. Dan suatu ketika cincinnya Kiai Hasan Genggong itu jatuh ke waduknya toilet. Dan 2 santri itu secara sukarela mengaduk – aduk isi WC itu. Untuk mencari cincin tersebut.,” cerita beliau.

Menghayati: Tampak para wali asuh sedang takdzim menghayati tausiyah dari pengasuh PP. Nurul Jadid, KH. Moh. Zuhri Zaini

Menghayati: Tampak para wali asuh sedang takdzim menghayati tausiyah dari pengasuh PP. Nurul Jadid, KH. Moh. Zuhri Zaini

“Tapi bagaimana ketika 2 santri itu pulang ke masyarakat?, ilmunya tidak seberapa. Tapi ketika pulang mereka itu bisa mendirikan pesantren dan mungkin tidak mengajar sendiri tapi mencari guru dan ustadz,” lanjut beliau.

Lebih lanjut, beliau turut menuturkan manfaat dari pengabdian selain bisa mendapatkan ilmu dan keterampilang secara langsung. “Lalu dari mengabdi inikan termasuk bekerja, ilmu kita akan bertambah. Dan ilmu kita itu bisa dikatakan ilmu ladunni. Jadi tanpa belajar secara khusus tapi ilmu kita bertambah,” ungkap beliau.

Selain itu, beliau menyarankan kepada segenap pengurus dan wali asuh yang hadir untuk mengabdi dengan ikhlas, karena dengan ikhlas. Selain bernilai ibadah dan mendapatkan pahala tapi juga akan mendapatkan pertolongan.

“Dan kalau kita berjuang berkhidmat mengabdi dengan ikhlas berarti kita bekerja untuk Allah SWT, seolah-olah seperti itu, sekalipun Allah SWT itu tidak butuh pertolongan kita, tidak butuh jasa kita, sebab apa yang kita lakukan itu kembalinya kepada kita,” tutur beliau.

“Kalau kita bekerja untuk Allah SWT, maka Allah SWT akan memfasilitasi kita. Tentu akan lebih sempurna, tapi tidak hanya dalam bentuk materi tapi bisa saja dalam bentuk non materi berupa kelapangan hidup, kesehatan, dan ketenangan. Itu suatu rezeki yang besar. Apa artinya materi yang melimpah kalau kita sakit – sakitan atau punya banyak masalah hidup,” lanjut beliau.

Bertempat di Aula Pesantren I, beliau menerangkan bahwa dalam mengabdi tidak cukup ikhlas. Namun butuh strategi, rencana, dan pembagian tugas. Kemudian pentingnya tukar pengalaman antar sesama wali asuh dan pengurus.

“Insya Allah dengan demikian, jika kita bekerja dengan proffesional mengembalikan semuannya kepada Allah SWT, bukan kepada kemampuan kita. Maka pengabdian kita itu akan membuahkan hasil, sekalipun tetap semuanya itu kembali kepada Allah SWT,” tutur beliau dengan lemah lembut.

Diakhir tausiyah, beliau merekomendasikan kepada seluruh wali asuh jika telah melaksanakan semua tugas pokoknya untuk ikhtiar. “Sebagai simbol dan ungkapan kita itu, tawakkal dengan do’a. sebab kita yakin bahwa yang menentukan hasil itu Allah SWT apalagi ini yang terkait manusia yang paling inti itu Hati. Jadi doakan. Kalau perlu pas malem kita sholat tahajjud dan sholat hajat, kalau ada anak asuh yang nakal, jadi didoakan,” ungkap beliau.

“Jadi pendekatan kita kepada para santri ini, pendekatan persuasif. Sebaiknya jangan lalu dengan cara menakutkan apalagi kekerasan, walaupun terkadang perilaku santri itu menjengkelkan. Tapi disitulah letak jihadnya jihad nafsu melawan emosi. Semoga dengan kita bertemu seperti ini, semangat kita akan terus menyala. kita semuanya, saya dan kepala wilayah, dan pengurus pesantren juga,” pungkas beliau.

Penulis : Ahmad

Editor : Ponirin

Galeri Foto: Tausiyah Pengasuh kepada seluruh Pengurus dan Wali Asuh

Perkuat Ruhul Khidmah Pengurus dengan Tausiyah Pengasuh

Perkuat Ruhul Khidmah Pengurus dengan Tausiyah Pengasuh

nuruljadid.net – Pada hari ini Senin (17/02/2020), Biro Kepesantrenan bidang Penataan Wilayah Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo mengadakan kegiatan Tausiyah Pengasuh PP. Nurul Jadid, KH. Zuhri Zaini. Kegiatan tersebut dikhususkan kepada para Pengurus dan Wali Asuh.

Kegiatan yang bertempat di Aula Pesantren I itu mengangkat tema “Menumbuhkan Ruhul Khidmah untuk Menjadi Pengabdi Proffesional”.

Menurut Ust. Saili Aswi Sekretaris Biro Kepesantrenan mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk menambah khazanah keilmuan dan Ruhul Khidmah para pengurus dan wali asuh PP. Nurul Jadid.

“Selain itu, kegiatan ini sebagai wadah motivasi bagi kita, sehingga kita bisa lebih bersemangat dalam mengabdi di PP. Nurul Jadid,” ungkap Ust Saili Aswi saat memberikan sambutan sebelum tausiyah dimulai.

Menyimak: Tampak para pengurus serta wali asuh sedang khidmat menyimak tausiyah pengasuh

Menyimak: Tampak para pengurus serta wali asuh sedang khidmat menyimak tausiyah pengasuh

“Kemudian hal ini juga sebagai ajang silaturahim antara seluruh pengurus dan wali asuh kepada Pengasuh, karena nantinya setelah tausiyah akan ada sesi sowan kepada beliau (Pengasuh PP. Nurul Jadid) secara langsung,” imbuhnya.

Masih dalam sambutan Ust, Saili (panggilan keseharian Ust. Saili Aswi). Tausiyah yang dilaksanakan setelah sholat jamaah maghrib itu akan dilaksanakan setiap 2 minggu sekali.

“Untuk kegiatan Tausiyah perdana ini, langsung dipimping oleh Pengasuh PP. Nurul Jadid, KH. Moh. Zuhri Zaini. Dan untuk kedepannya akan dipimpin oleh para dewan pengasuh lainnya,” pungkasnya.

Penulis : Ahmad

Editor : Ponirin

Kreasi Memasak Ala Santri Nurul Jadid

Kreasi Memasak Ala Santri Nurul Jadid

nuruljadid.net – Dalam rangka meningkatkan kualitas kos makan santri (kosmari), Biro Kepesantrenan Pondok Pesantren Nurul jadid mengadakan acara Pelatihan Memasak Makanan Suci Dan Sehat pada Jum’at (07/02/2020).

Bertempat di Koperasi Barat Wilayah Az-zainiyah serta mengundang Ustadzah Nurul Hanafiyah bersama Nyai Hj. Muinnah sebagai Penyaji. Dan diikuti  oleh 40 peserta dari masing-masing koperasi putri yang ada dibawah naungan Pondok Pesantren Nurul Jadid.

“Tujuan diadakan pelatihan memasak ini adalah untuk menjalin silaturahmi antara sesama kosmari, menciptakan berbagai variatif menu serta menciptakan makanan dapur sehat,” ungkap Surtiana selaku penanggung jawab kosmari.
selaras dengan hal itu, Librianti selaku koordinator Kosmari Putri Wilayah Az-zainiyah menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan juga untuk menjawab kritikan negatif para wali santri terkait penyajian kosmari.

Tampak kesibukan di dapur tempat pelatihan memasak

Tampak kesibukan di dapur tempat pelatihan memasak

“Harapan ke depannya dari digelarnya kegiatan ini dapat meningkatkan berbagai variatif menu di kosmari dan dapat meningkatkan titik minat santri mengingat berbagai sanggahan dari para santri dari segi menu yang telah disediakan oleh para penanak kosmari,” Ungkap Librianti.

Selain itu. Nyai Hj. Muinnah yang turut membimbing para peserta pelatihan memasak menjelaskan bahwa sebagai pengelola kosmari untuk tidak fokus dalam mengambil laba namun fokus dalam menyajikan makanan yang sehat nan bergizi.

“Dalam melayani santri itu pasti banyak pahala jangan memikirkan laba yang akan didapat kuatkan tekad untuk mengabdi di pesantren karena kita sebagai pelayan bagi santri, Insya Allah barokah,” tutur beliau dengan ramah lembut.

Penulis : Hakimah

Editor : Ponirin

Galeri Foto: Bimbingan Teknis Laundry dan Mahrom Biro Kepesantrenan

Biro Kepesantrenan Tingkatkan Pelayanan Laundry dan Mahrom melalui BIMTEK

Biro Kepesantrenan Tingkatkan Pelayanan Laundry dan Mahrom melalui BIMTEK

nuruljadid.net – Biro Kepesantrenan, Pondok Pesantren Nurul Jadid. Khususnya Bidang Kesejahteraan Santri mengadakan Bimbingan Teknik (BIMTEK) untuk Pelayanan Mahrom dan Laundry pada senin malam (06/01/2020).

Acara tersebut dihadiri oleh Sekrertaris Biro Kepesantrenan, Saili Aswi. Kepala Bidang Kesejahteraan Santri, Abdul Ghafur Haikal. Kepala Bidang Penataan Wilayah, Fathol Lathif, dan Pengurus – Pengurus Wilayah serta para Penatu yang bekerja sama dengan PP. Nurul Jadid.

Kegiatan ini, Menurut Abdul Ghafur Haikal, Kepala Bidang Kesejahteraan Santri, bertujuan untuk menertibkan alur laundry bagi para Dobi dan menjelaskan kepada mereka untuk menjaga kesucian pakaian laundry itu dengan baik.

Seraya dengan hal itu, ustadz Saili Aswi, Sekrertaris Biro Kepesantrenan PP. Nurul Jadid mengatakan dalam sambutan. Ia sangat senang sekali dan berterima kasih karena telah sudi meluangkan waktunya untuk bisa hadir ke acara.

Bapak Mustafa Syukur saat menjelaskan tentang kesucian pakaian laundry

“Atas nama biro kepesantrenan, kami mengucapkan terima kasih kepada bapak ibu sekalian yang telah sudi hadir di ruangan ini,” ucap ustadz saili aswi dalam acara yang bertempat di Aula PP. Nurul Jadid.

Selain itu, Ustadz saili (sapaan akrabnya Saili Aswi), berharap dengan kegiatan itu bisa membawa hikmah dan sesuatu yang bisa di ambil manfaat serta pengetahuan bagi semua orang terutama santri dan pengurus.

“Kami berharap dengan adanya bimtek ini, terutama di bidang laundry agar di niati bahwa kita me-laundry itu bukan semata-mata karena kerja tapi melainkan untuk membantu santri dan pesantren (niateh ka angguy abentoh santreh ben pesantren) kalaupun nanti ada materi itu semata-mata dari Allah SWT,” harapnya.

Penulis : Badrus

Editor : Ponirin

Galeri Foto: Rapat Akhir Tahun Komisi II, Mahkamah & Biro Kepesantrenan

Hujan Tak Kunjung Datang, Nurul Jadid Gelar Shalat Istisqa

Hujan Tak Kunjung Datang, Nurul Jadid Gelar Shalat Istisqa

nuruljadid.net – Kemarau Panjang dengan udara panas masih dirasakan di daerah Paiton, Probolinggo dan disekitarnya. ikhtiar dengan menggelar shalat Istisqo’ pun dilakukan.

Hal itulah yang dapat disaksikan di Pondok Pesantren Nurul Jadid, ribuan santri putra beserta masyarakat sekitar melaksanakan Shalat Istisqa’ pada Jum’at (13/12/2019).

Kegiatan yang dilaksanakan pada pukul 06.30 WIB itu dilakukan di Halaman Kantor PP. Nurul Jadid yang dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Pesantren Nurul Jadid, KH. Najiburahman Wahid.

KH. Najiburrohman Wahid menjadi imam pada shalat istisqo'

KH. Najiburrohman Wahid menjadi imam pada shalat istisqo’

Dalam khotbahnya, Kiai Najib (sapaan akrab Wakil Kepala Pesantren) menganjurkan kepada seluruh santri untuk bertaubat kepada Allah SWT, meninggalkan segala jenis maksiat yang terkait dengan hak Allah SWT, dan bertaubat dengan segala jenis maksiat yang terkait dengan hak sesama.

“Kita ini berkumpul disini untuk memohon hujan dari Allah swt, hujan yang menjadi rahmat Allah SWT, dan salah – satu adzab Allah adalah ditahannya hujan, semoga kita tidak termasuk orang yang mendapat adzab dari Allah swt. Mari kita perbanyak istighfar memperbanyak mohon ampun segala dosa,” turut beliau dihadapan para jamaah.

Lebih lanjut, beliau menyarankan kepada seluruh jamaah bagi yang pernah tidak sholat untuk segera diganti, bagi yang pernah tidak puasa untuk segera mengganti puasanya, dan barang siapa yang pernah tidak melakukan kewajiban – kewajiban untuk segera menggantinya.

KH. Najiburrohman Wahid menjadi khotibpada shalat istisqo'

KH. Najiburrohman Wahid menjadi khotib pada shalat istisqo’

“Dalam rangka memohon rahmat Allah SWT, memohon hujan. Marilah kita memperbaiki hubungan dengan sesama jangan ada permusuhan diantara kita para santri dengan teman sekamarnya jangan bermusuhan berdamailah karena jika kita rukun itu termasuk sebab dari turunnya hujan dan hal itu itu adalah salah satu sebab dari turunnya rahmat Allah Swt,” imbuh beliau.

“Semoga kita termasuk orang – orang yang suka minta ampun, orang – orang yang suka bertaubat kepada Allah SWT dan termasuk orang – orang yang shaleh yang mendapat rahmat dan ampunan dari Allah SWT, pungkas beliau seraya menutup khutbah dengan do’a.

Penulis: Ahmad
Editor: Ponirin

Peserta Didik MINM Turut Berpartisipasi di Sholat Istisqa

Peserta Didik MINM Turut Berpartisipasi di Sholat Istisqa

nuruljadid.net – Kemarau Panjang,  Hujan tak kunjung datang serta panasnya terik matahari membuat Pondok Pesantren Nurul Jadid mengadakan kegiatan sholat Istisqo’ berjamaah di Halaman Kantor PP. Nurul Jadid. Jum’at (13/12/2019).

Dalam kegiatan yang diikuti oleh ribuan santri putra itu, terdapat hal cukup mengesankan. Pasalnya santri sekaligus seluruh peserta didik Madrasah Ibtidaiyah Nurul Mun’im (MINM) mengikuti kegiatan tersebut.

Dengan khusyuknya, para santri itu mengikuti rentetan kegiatan sholat istisqa dengan khidmat seperti kegiatan sholat berjamaah biasa yang mereka lakukan setiap harinya.

Faikoh Sholiha, Waka HUMAS MINM mengatakan partisipasinya peserta didik MINM dalam shalat yang dimulai pada pukul 06.30 WIB itu dalam rangka mengajak para santri yang notabene masih anak – anak untuk sholat istisqo’.

“Jadi sebetulnya pada hari jum’at ini, peserta didik MINM ada kegiatan pelatihan Drumband kemudian karena pada hari ini juga di pesantren ada kegiatan sholat istisqa’ dan juga mendapat arahan dari Kepala MINM, KH. Abdurrahman Wafi untuk mengikuti kegiatan terlebih dahulu,” tutur beliau kepada nuruljadid.net saat ditemui pasca sholat istisqa’.

Lebih lanjut, Faikoh Sholiha mengatakan bahwa sebelum – sebelumnya para peserta didik MINM telah diberitahu akan tatacara sholat istisqa’ dengan baik dan benar.

“Memang sebelumnya kami menerangkan kepada peserta didik kami (MINM, red) bagaimana cara sholat istisqa’ ketika di kegiatan ekstra keagamaan, selain itu. Di MINM ekstra keagamaannya itu juga ada kegiatan ekstra Qiroah, terus kegiatan Sholat Dhuha setiap harinya sebelum KBM dimulai, dan kegiatan Majelis Sholawat,” pungkasnya.

Penulis : Ahmad

Editor : Ponirin

Galeri Foto: Shalat Istisqa

Galeri Foto: Kajian Kitab Matan Taqrib & Launching Kajian Fathul AL Qorib Nurul Jadid

Galeri Foto: Biro Kepesantrenan Laksanakan Ujian Kaderisasi Waliasuh

Biro Kepesantrenan Adakan Praktik Ibadah untuk Santri Baru

Biro Kepesantrenan Adakan Praktik Ibadah untuk Santri Baru

nuruljadid.net – Dalam upaya mempraktikkan materi–materi furudlul ‘ainiyah yang telah rampung dipelajari di Madrasah Diniyah, Biro Kepesantrenan, Pondok Pesantren Nurul Jadid, bidang Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) mengadakan praktik ibadah bagi para santri baru di Masjid Jami’ Nurul Jadid.

Kegiatan praktik ibadah tersebut dikhususkan bagi santri baru baik tingak SLTP maupun SLTA. Untuk santri baru Wilayah Sunan Bonang (A) yang terdiri dari siswa SMP dan MTs Nurul Jadid berlangsung Selasa (19/02/2019). Sedangkan untuk santri baru Wilayah Sunan Ampel (B) yang terdiri dari siswa SMA, SMK dan MA Nurul Jadid akan dilaksanakan pada malam selanjutnya, Rabu Malam (20/02/2019).

Ustadz Muhammad Lutfi, Kepala Bidang KBM menerangkan, ibadah–ibadah yang dipraktikkan pada kali ini ialah sholat–sholat sunah yang terdiri dari sholat sunah Tahajjud, Hajat, Rawatib dan Ghoib.

“Praktik ibadah kali ini kami mengundang penyaji dari Wilayah Ma’had Aly yang telah menguasai dan berpengalaman dalam mengajar furudlul ainiyah yaitu ustadz Kikik Yulianto,” tuturnya.

Sebelum berpraktik shalat, Ust Kikik (Sapaan akrab) menjelaskan terlebih dahulu tentang tata cara shalat sunah yang benar termasuk didalamnya niat, waktu–waktu shalat dan seterusnya. Tatkala berpraktik ustadz yang berasal dari jember tersebut dibantu oleh segenap anggota ubudiyah Masjid Jami’.

Praktek tersebut mendapat respon baik dari pengurus Wilayah A, hal itu dibuktikan dari perkataan Ustadz Muhammad Ghufron, Koordinator I’dadiyah wilayah A. “Semoga para santri wilayah A, nanti bisa mempraktikkan,”ungkapnya.

Penulis : Ahmad

Editor : Rahmad Hidayat

Galeri Foto: Bimbingan Kewaliasuhan

PP. Nurul Jadid Lantik 10 Kepala Wilayah, 27 Kepala Daerah dan 114 Wali Asuh

PP. Nurul Jadid Lantik 10 Kepala Wilayah, 27 Kepala Daerah dan 114 Wali Asuh

nuruljadid.net – Demi meningkatkan mutu dan reformasi kelembagaan, Pondok Pesantren Nurul Jadid melantik Kepala Wilayah, Kepala Daerah dan Wali Asuh semua wilayah putra yang bertempat di Masjid Jami’ pada Kamis, (03/01/2019).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh KH. Abdul Hamid Wahid selaku Kepala Pondok Pesantren Nurul Jadid, K. Moh. Imdad Rabbani sebagai Kepala Biro Kepesantrenan, segenap pengurus dan santri putra Pondok Pesantren Nurul Jadid.

“Pelantikan ini dilaksanakan untuk mencanangkan dan meningkatkan aspek kualitas santri, karena peningkatan aspek kuantitas kami anggap sudah selesai,” ungkap K. Moh. Imdad Rabbani saat memberi sambutan.

Sedangkan menurut Kepala Pondok Pesantren, KH. Abdul Hamid Wahid, pengurus yang akan dilantik harus meniatkan diri untuk mengabdi pada pondok pesantren dengan momohon ridho Allah agar bernilai ibadah.

“Sebenarnya, apapun yang diniatkan karena Allah sebagai penghambaan diri maka akan bernilai ibadah. Jika memaknai hidup ini dengan niat karena Allah, maka hidup akan berkah dan bernilainya,” tutur beliau.

Pada tahun ini, PP. Nurul Jadid melantik sebanyak 11 Kepala Wilayah beserta sekretaris dan bendaharanya, 27 Kepala Daerah dan 114 Wali asuh yang tersebar di setiap wilayah pusat.Adapun rincian sebaran wilayah pusat ialah berikut :
1. Wilayah Sunan Gunung Jati (A)
2. Wilayah Sunan Ampel (B)
3. Wilayah Sunan Drajat (C)
4. Wilayah Sunan KaliJaga (D)
5. Wilayah Sunan Kudus (E)
6. Wilayah Sunan Giri (F)
7. Wilayah Sunan Nurus Shobah (H)
8. Wilayah Sunan Muria (L)
9. Wilayah Malik Ibrohim (M)
10. Wilayah Sunan Bonang (N)
11. Wilayah Sunan Maulana Ishaq

Penulis : Ahmad

Editor : Rahmad Hidayat