Pos

PSB Hari Kelima, Pendaftar Online Santri Baru Nurul Jadid Tembus 3000, Panitia Upayakan Layanan Terbaik

nuruljadid.net – Pondok Pesantren Nurul Jadid, salah satu lembaga pendidikan Islam terpadu di Jawa Timur, tepatnya di Paiton Kabupaten Probolinggo, pelayanan prima dalam penerimaan santri baru telah mencuri perhatian banyak orang. Dengan pendekatan yang inovatif dan komitmen yang kuat terhadap kualitas, pondok pesantren ini telah berhasil menciptakan pengalaman penerimaan santri baru yang banyak menuai apresiasi dari calon wali santri.

Sampai saat ini, Minggu (18/06/2023), layanan hari kelima PSB satu atap, pendaftar atau calon santri baru telah mencapai 3000 akun users (sumber: psb.nuruljadid.net) mulai dari pra sekolah, pendidikan dini, menengah sampai perguruan tinggi. Hal ini ditengarai karena Pondok Pesantren Nurul Jadid memiliki reputasi dan fondasi yang kokoh dalam memberikan pendidikan agama dan nilai-nilai moral kepada santri-santrinya tanpa mengenyampilkan perkembangan zaman termasuk teknologi dan informasi.

(Tampilan dashboard pendaftaran santri baru tahun 2023 di laman psb.nuruljadid.net)

Penanggung jawab umum Kasubbag. Umum dan PSB ustaz Muslehuddin Jauhari menyampaikan bahwa tahun ini mereka memutuskan untuk mengambil langkah ekstra dalam memastikan penerimaan santri baru berjalan dengan lancar dan menyenangkan.

“Berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini kami menerapkan tim ex-officio dimana pelayanan dilakukan dengan kolaborasi antar satuan kerja di bawah pesantren berdasarkan job descriptionnya masing-masing sehingga kami lebih bisa memberikan layanan ekstra dan prima kepada calon wali santri dan santri baru,” ungkap ustaz Muslehuddin di tengah kesibukannya mendampingi pelayanan PSB satu atap.

Salah satu fitur utama pelayanan prima di Pondok Pesantren Nurul Jadid sebagaimana disampaikan oleh Kabag I Sekretariat ustaz Alfian Wahidanto adalah penggunaan teknologi atau komputerisasi dalam proses pendaftaran dan pelayanan. Pesantren telah meluncurkan platform online yang memudahkan calon santri dan orang tua untuk mengakses informasi tentang program pendidikan, kepesantrenan, persyaratan pendaftaran, dan proses seleksi. Platform ini juga menyediakan formulir pendaftaran dan angket kewaliasuhan yang mudah diisi, serta dokumen-dokumen dapat diunggah secara elektronik, mengurangi kerumitan administrasi.

(Suasana penerimaan santri baru putra di Aula II Pondok Pesantren Nurul Jadid)

Selain itu, Pondok Pesantren Nurul Jadid juga memiliki tim penerimaan santri baru yang sangat profesional dan ramah. Tim ini terdiri dari pengurus kader dari kalangan mahasiswa dan santri pelajar yang terlatih dengan baik yang siap membantu calon santri dan orang tua menjawab pertanyaan atau kekhawatiran yang mungkin mereka miliki sepanjang proses pendaftaran. Mereka dengan sabar menjelaskan segala aspek pesantren, termasuk program pendidikan, akomodasi, kegiatan ekstrakurikuler, dan fasilitas yang tersedia.

Dalam upaya untuk meningkatkan pengalaman penerimaan santri baru, Pondok Pesantren Nurul Jadid juga menyediakan layanan akses wisata religi ke maqbaroh dan sowan ke pengasuh. Acara ini memberikan kesempatan bagi calon santri dan orang tua untuk bersilaturrahmi secara langsung kepada pengasuh sebagai symbol pemasrahan anak dari orang tua kepada kiai. PSB satu atap ini memungkinkan calon santri baru untuk merasakan atmosfer yang hangat dan ramah di Pondok Pesantren Nurul Jadid.

 

 

(Humas Infokom)

Meskipun di Tengah Layanan PSB Satu Atap, Kantor Pusat Nurul Jadid Tetap Buka Layanan

nuruljadid.net – Pondok Pesantren Nurul Jadid di tengah suasana PSB satu atap yang cukup menguras tenaga, pikiran dan sumber daya, kantor pusat tetap membuka pelayanan kepada santri, pengurus, dan tamu. Dalam hal ini, pelayanan dilakukan seperti biasa, meskipun tidak sedikit yang terlibat dalam PSB satu atap, namun sebagian staf administrasi dan keuangan serta protokoler tetap standby di kantor layanan Front Office.

Hal ini bertujuan untuk keseimbangan dan optimalisasi layanan kepada santri dan warga pesantren serta tamu di pesantren. Karena meskipun PSB satu atap sedang berjalan, akan tetapi kegiatan dan program santri serta satuan kerja yang lain tetap harus terlaksana sehingga administrasi perkantoran tidak pernah berhenti.

(Kondisi pelayanan administrasi Front Office di Gedung Kantor Pusat Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton)

Sekretaris Pesantren H. Tahiruddin menerangkan bahwa kendati pesantren disibukkan dengan pelayanan PSB satu atap, akan tetapi rutinitas layanan harian sesuai tupoksi nya perlu terus dilakukan.

“Ya, memang saat ini kita sedang disibukkan oleh pelayanan PSB satu atap, namun setiap kantor satuan kerja perlu ada staf yang standby untuk melakukan layanan rutin khususnya Front Office, karena setiap hari seringkali ada surat masuk, permohonan rekomendasi dan administrasi lainnya,” ungkap sekretaris pesantren

Jadwal pelayanan dibuka sebagaimana biasanya Sabtu sampai dengan Kamis libur Jum’at, mulai pukul 09.00 pagi sampai dengan pukul 16.00 sore. Komitmen dan konsistensi untuk mempersembahkan yang terbaik menjadi pemicu semangat dan totalitas pengurus pesantren dalam menjemput keberkahan yang pasti akan mendatangkan kebaikan tidak hanya untuk pesantren, santri dan wali santri tentunya juga pribadi masing-masing pengurus.

 

 

(Humas Infokom)

INFO UPDATE! Rundown Acara Haul Masyayikh dan Harlah ke 74 Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton

nuruljadid.net – Puncak resepsi haul masyayikh dan harlah ke-74 Pondok Pesantren Nurul Jadid sudah didepan mata. Panitia saling bahu membahu mengawal dan mempersiapkan layana terbaik untuk menyambut tamu undangan dan masyarakat hadir dalam rangka tabarrukan kepada para almarhumin pada Ahad, 19 Februari 2023.

Berbagai rangkaian kegiatan pra-acara inti yang digelar dalam rangka menyemarakkan peringatan puncak resepsi haul masyayikh dan harlah ke-74 Pondok Pesantren Nurul Jadid yang sudah sekian tahun dinanti kedatangannya oleh alumni, wali santri dan simpatisan.

Kasubbag. Protokoler sekaligus panitia SC acara Ady Azhari, M.Pd membagikan rundown atau susunan acara Haul Masyayikh dan Harlah ke-74 Pondok Pesantren Nurul Jadid sebagai berikut.

No Waktu Uraian Kegiatan PIC

Haul Masyayikh (Sesi Pagi)

1 07.30 – 08.00 WIB 30′ Pra Acara Muhibbus Sholawat
2 08.00 – 08.05 WIB 05′ Pembukaan MC
3 08.05 – 08.20 WIB 15′ Pembacaan Qosidah Tawassul KH. Fahmi AHZ
4 08.20 – 08.55 WIB 35′ Sambutan KH. Moh. Zuhri Zaini
5 08.55 – 10.00 WIB 65′ Manaqib Masyayikh KH. Abdul Matin Djawahir
6 10.00 – 10.05 WIB 05′ Pembacaan Tawassul Habib Muhammad Al-Ba’aly
7 10.05 – 10.25 WIB 20′ Pembacaan Surah Yasin KH. Moh. Mahfudz Faqih
8 10.25 – 11.00 WIB 35′ Pembacaan Tahlil KH. Najiburrahman Wahid
9 11.00 – 11.10 WIB 10′ Do’a dan Penutup KH. Fadlurrahman Zaini
10 11.10 – selesai Ramah Tamah
Harlah dan Pengajian Umum (Sesi Malam)
1 19.00 – 19.50 WIB 50′ Pra Acara Muhibbus Sholawat
2 19.50 – 20.00 WIB 10′ Penyambutan MC
3 20.00 – 20.05 WIB 05′ Pembukaan MC
4 20.05 – 20.15 WIB 10′ Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an Qori’
5 20.15 – 20.35 WIB 20′ Shalawat Nabi Muhibbus Sholawat
6 20.35 – 20.55 WIB 20′ Sambutan Kepala Pesantren KH. Abdul Hamid Wahid,    M.Ag
7 20.55 – 21.20 WIB 25′ Sambutan Pengasuh KH. Moh. Zuhri Zaini

Ceramah Agama

8 21.20 – 23.20 WIB 60′

Habib Muhammmad bin Husein  Al-Habsyi (Solo)

Penceramah

60′

KH. Agoes Ali Mashuri (Sidoarjo)

9 23.20 – 23.25 WIB 05′

Do’a

Habib Abdullah bin Muhammad Al-Haddad

10 23.30 – Selesai

Ramah Tamah

 

Link rundown acara Haul Masyayikh dan Harlah 74 : rundown-haul-dan-harlah-74-ppnj

 

(Humas Infokom)

 

 

 

INFO UPDATE! Ketentuan dan Denah Haul Masyayikh dan Harlah ke-74 Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo

nuruljadid.net – H-2 puncak pelaksanaan resepsi haul masyayikh dan hari lahir (Harlah) ke-74 Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo dihelat. Acara ini diprediksikan akan dihadiri oleh lebih 10.000 orang dari kalangan wali santri, alumni, P4NJ, ikatan mahasiswa alumni Nurul Jadid, simpatisan dan masyarakat umum.

Pasalnya, tingginya animo bisa jadi disebabkan karena tiga tahun terakhir acara akbar tahunan ini dilakukan secara online dan terbatas perkara bencana global pandemi covid-19.

Panitia gabungan dari steering committee dan organizing committee yang juga didampingi oleh institusi mitra seperti Polres, Polsek, Kodim, Koramil, dan beberapa pihak lainnya mengupayakan layanan terbaik untuk kelancaran dan kekondusifan pelaksanaan haul masyayikh dan harlah ke-74 Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Demi mengantisipasi kepadatan acara dan untuk mengurai lalu lintas serta rekayasa mobilisasi baik pengunjung maupun undangan, maka beberapa hal perlu diperhatikan oleh semua pihak yang berkepentingan.

Berdasarkan surat undangan panitia nomor : NJ-E/PHBP/047/A.IX/02.2023 pelaksanaan ditempatkan di halaman utama pesantren

  1. Haul masyayikh   : pukul 08.00 WIB
  2. Pengajian umum : pukul 20.00 WIB

 

Ketentuan Busana (Dress code)

  1. Busana Pria
  • Memakai pakaian rapi, sopan, menutup aurat sempurna dan berkopiah.
  • Disarakan memakai baju putih saat menghadiri acara Haul dan Harlah.
  1. Busana Wanita
  • Memakai pakaian rapi, sopan, menutup aurat sempurna, memakai jilbab menutup bagian depan, memanjangkan lengan baju hingga pergelangan tangan.
  • Dilarang memakai pakaian ketat yang menampakan lekuk tubuh seperti pakaian berkain tipis, kaos atau celana ketat.
  • Disarakan memakai baju putih saat menghadiri acara Haul dan Harlah.

Ketentuan Sambang Santri

  1. Sambang santri pra-Haul Masyayikh dan Harlah ditutup selama 5 hari sejak tanggal 14-18 Februari 2023 M.
  1. Sambang santri pasca-Haul Masyayikh dan Harlah ditutup selama 5 hari sejak tanggal 20-24 Februari 2023 M dan dibuka kembali pada tanggal 25 Februari 2023 M.
  1. Pendaftaran bisa dilakukan sejak tanggal 14-18 Februari 2023 M dengan prosedur pendaftaran sebagaimana berlaku melalui link https://sambang.nuruljadid.net/
  1. Sambang Santri tanggal 19 Februari 2023 M dibuka pukul13.00-16.00 WIB (setelah acara Haul Masyayikh) dan durasi pertemuan maksimal 60 menit dengan kuota pengunjung maksimal 2 orang.
  2. Tempat sambang santri:
  • Putera Pusat di Balai Pertemuan Putera (BATRA).
  • Puteri Pusat (Al-Hasyimiyah dan Az-Zainiyah) di MA Nurul Jadid.
  • Khusus wilayah Nasyiatul Hamidiyah bertempat di Balai pertemuan wilayah Nasyiatul Hamidiyah
  • Wilayah Satelit (Fatimatuz Zahro, Jalaluddin Ar-Rumi (G), Al-Mawaddah, Al-Amiri (J), Al-Lathifiyah, dan Zaid bin Tsabit (K) sesuai ketentuan wilayah masing-masing.
  1. Narahubung Sambang Santri:
  • Panitia Sambang (Ust. Ghozali)                  : 0852 3606 0445
  • Narahubung putera                                       : 0812 2552 4223
  • Narahubung puteri Wil. Az-Zainiyah        : 0813 3183 7308
  • Narahubung puteri Wil. Al-Hasyimiyah   : 0852 2393 0971

Tempat Penginapan

  1. Tamu Umum (Wali Santri, Alumni dan Simpatisan):
    • Muslimin : SMK Nurul Jadid
    • Muslimat : SMP Nurul Jadid Puteri
  2. Tamu Halaqoh Alumni Nasional:
    • Muslimin : MA Nurul Jadid Putera Gedung Barat Lt. I & II
    • Muslimat : Aula Kantor Sekretariat Puteri Lt. II
  3. Seluruh tamu tidak diperkenankan mengadakan pertemuan dan bermalam di asrama santri.
  4. Demi keamanan bersama, diharap menjaga dan tidak meninggalkan barang bawaan di tempat penginapan.
  5. Narahubung Penginapan :
  • Alfin Febrianto : 082143908742
  • Fiqih Rianto : 089682909841

Tempat Parkir

  1. Roda Dua:
  • Halaman SMK Nurul Jadid Putera
  • Halaman Universitas Nurul Jadid
  • Halaman SMA Nurul Jadid Puteri
  • Halaman MI Nurul Mun’im
  • Halaman TPA (Timur MI Nurul Mun’im)
  1. Roda Empat:
  • Lapangan Raya (Selatan Universitas Nurul Jadid)
  • Halaman ATM Center (Utara Universitas Nurul Jadid)
  • Halaman MA Negeri 1 Probolinggo Puteri
  • Halaman Barat MA Negeri 1 Probolinggo Puteri
  • Halaman SMA Nurul Jadid Putera.
  • Halaman Toko Al-Ankabut.
  • Timur Wilayah Zaid bin Tsabit.
  1. Selain tempat parkir yang disebutkan diatas, disediakan lahan parkir alternative memakai lahan masyarakat sekitar dengan tarif parkir untuk infaq.
  2. Dengan keterbatasan lahan parkir, Wali Santri, Alumni dan Simpatisan yang akan menghadiri acara Haul Masyayikh dan Harlah ke-74, dihimbau untuk menggunakan kendaraan umum atau berangkat secara berjamaah (rombongan).
  3. Demi keamanan bersama, diharap menjaga dan tidak meninggalkan barang bawaan di kendaraan.
  4. Narahubung Tempat Parkir
  • Dimas R. Tri Utomo             : 0821 3240 1585
  • Ali Fikri                                   : 0822 3423 4905
  • Ust Adiyatno Hidayat (SC) : 0821 4112 4017

Bazar Santri

  1. Tempat Bazar Santri:
  • Putera : Lapangan Ayaman.
  • Puteri  : Halaman MTsNJ & Jati Raya.
  1. Seluruh pengunjung Bazar Santri diharap mematuhi ketentuan berbusana sebagaimana poin a.
  2. Bazar Santri Putera hanya boleh dikunjungi oleh pengunjung putera dan Bazar Santri Puteri hanya boleh dikunjungi oleh pengunjung puteri (kecuali mahrom dan pasutri).
  3. Seluruh pengunjung bazar tidak diperkenankan berada di kawasan Bazar Santri ketika acara Haul dan Pengajian Umum berlangsung.
  4. Demi keamanan bersama, diharap menjaga barang bawaan dan tidak memakai barang mencolok (perhiasan dll).
  5. Narahubung Bazar Santri:
  • Panitia SC Bazar : Ust. Surono (0852 3311 2747)
  • Panitia OC Bazar : Ust. Hasan (0895 1632 2287

 

Link Surat Undangan      :  undangan-dan-ketentuan-haul-masyayikh-dan-harlah-ke-74-ppnj

Link Denah Acara            : denah-acara-haul-masyayikhd-an-harlah-ke-74-ppnj

Link Denah Lalu Lintas : denah-lalin-keamanan

 

 

(Humas Infokom)

Sah! Kepala Pesantren Tetapkan Program dan Anggaran Tahun 2023 Pondok Pesantren Nurul Jadid

nuruljadid.net – Kemarin Sabtu (29/01/2023) sore, Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo menggelar kegiatan penetapan program dan anggaran tahun 2023 yang langsung dihadiri Kepala Pesantren KH. Abd. Hamid Wahid Zaini dan pimpinan satuan kerja di lingkungan pesantren yang berlokasi di Aula 1.

Sekitar pukul 14.15 WIB acara dimulai yang diawali dengan pembacaan ummul qur’an. Pimpinan yang turut hadir adalah kepala biro, kepala bidang, kepala sekolah/madrasah dan lembaga. Penetapan program dan anggaran ini merupakan output dari serangkaian kegiatan yang cukup Panjang sejak akhir tahun 2022.

Tahap pertama adalah perencanaan dan penganggaran pesantren. Perencanaan dan penganggaran pesantren merupakan cermin dari efektifitas pengelolaan keuangan pesantren yang baik untuk menunjang keberhasilan sentralisasi fiskal.

Proses perencanaan sejak beberapa tahun terkahir dimulai dari penyusunan Rencana Strategis (Renstra) sebagai blueprint rencana jangka panjang pesantren dengan memperhatikan Program Induk Pesantren (PIP).

(Prosesi penandatanganan dokumen penetapan program dan anggaran tahun 2023 Pondok Pesantren Nurul Jadid oleh pimpinan pesantren)

PIP merupakan suatu dokumen perencanaan pembangunan dan pengembangan pesantren untuk periode 20 (dua puluh) tahun ke depan yang digunakan sebagai acuan dalam penyusunan Rencana Strategis (Renstra) untuk setiap jangka waktu 5 (lima) tahun.

Turunan dari renstra adalah Arah Kebijakan Umum Pesantren (AKUP) yang ditetapkan untuk satu tahun kedepan, sehingga road map pengembangan dan pembangunan pesantren jelas dan terukur.

Setelah AKUP ditetapkan, seluruh satuan kerja menyusun rencana program kerja (RPK) yang merupakan penjabaran dari AKUP tahun 2023 untuk jangka waktu 1 (satu) tahun sebagaimana telah ditetapkan dan disahkan pengasuh serta kepala pesantren.

Kepala pesantren berdasarkan AKUP merancang plotting anggaran. Rancangan kebijakan umum anggaran yang telah dibahas bersama pimpinan satker, selanjutnya disepakati menjadi kebijakan untuk Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). Berdasarkan kebijakan tersebut, setiap satker membahas rancangan program dan anggaran prioritas sesuai dengan plotting.

Pasca finalisasi plotting anggaran, penyusunan program dan anggaran, selanjutnya sosialisasi dan bimbingan teknis (BIMTEK) penyusunan laporan program dan keuangan yang telah dimutakhirkan yang lebih efektif dan efisien.

Dokumen penetapan program dan anggaran tahun 2023 Pondok Pesantren Nurul Jadid, secara resmi disahkan dan ditandatangani kemarin langsung oleh kepala pesantren KH. Abd. Hamid Wahid, sekretaris pesantren H. Tahiruddin, dan bendahara pesantren K. Ahmad Zaky disaksikan seluruh peserta undangan perwakilan satuan kerja di lingkungan Nurul Jadid.

 

 

(Humas Infokom)

 

Sekretaris Pesantren Meminta Pimpinan Satker Nurul Jadid Untuk Kawal Program dan Kinerja Bawahannya

nuruljadid.net – Pasca rapat komisi dan sinkronisasi program dengan satker masing-masing, alhasil pimpinan Pondok Pesantren Nurul Jadid selenggarakan kegiatan “Penetapan Program dan Anggaran Tahun 2023” pada Sabtu (28/01/2023) menjelang sore di Aula I Pesantren. Kegiatan ini diikuti oleh semua pengurus inti setiap satuan kerja (satker) kuasa pengguna anggaran (KPA), satuan pendidikan dan lembaga khusus pesantren baik putra maupun putri. Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang dilakukan pesantren.

Acara dibuka dengan membaca ummul qur’an. Selanjutnya menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Nurul Jadid yang dilanjutkan dengan prakata dari Sekretaris Pesantren, ustaz H. Tahiruddin, MM.Pd. Dalam kesempatan tersebut, ustaz Tohir sapaan akrabnya berharap agar program yang telah disusun bisa terlaksana sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

“Kami sangat mengharapkan untuk tahun 2023 ini, nantinya apa yang telah disusun oleh tiap satker benar-benar sesuai dengan jadwal yang telah dibuat,” harap Sekretaris Pesantren.

(Suasana acara penetapan program dan anggaran satuan kerja Pondok Pesantren Nurul Jadid di Aula 1 pesantren)

Berdasarkan hasil evaluasi, Sekretaris Pesantren juga meminta kepada tiap satker dalam pembuatan laporan dari program kegiatan yang telah dilaksanakan agar lebih baik lagi kedepannya dan disiplin penyetoran sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

Selain itu, ustaz Tohir juga meminta seluruh pimpinan satker untuk selalu mengawal keterlaksanaan program serta mengevaluasi kinerja bawahannya sebagai bahan pertimbangan bagian kepegawaian pesantren.

“Kami berharap kepada kepala-kepala satker  untuk selalu melakukan penilaian kerja terhadap bawahannya. Sehingga nantinya, kami di pesantren memiliki acuan dari penilaian-penilaian tersebut,” papar beliau.

Diakhir prakatanya, sekretaris pesantren akan melakukan sosialisai juknis pelaporan program di bulan mendatang yakni Februari.

“Kami akan melakukan sosialisasi juknis pelaporan program ataupun anggaran, sehingga semua satker bisa lebih memahami SOP dan mekanisme yang berlaku,” terangnya

Tentunya, hal itu dilakukan untuk mengoptimalkan hasil evaluasi kerja dari masing-masing satker pada pelaksanaan program tahun kemarin. Sehingga kinerja satker bisa lebih baik dan disiplin kedepannya.

Usai prakata sekretaris pesantren, dilanjutkan sambutan Kepala Pesantren KH. Abdul Hamid Wahid sekaligus Prosesi Penandatanganan Penetapan Program dan Anggaran tahun 2023 Pondok Pesantren Nurul Jadid.

 

(Humas Infokom)

Sekretaris Pesantren : Kita Juga Perlu Belajar Bagaimana Siswa Mengurus di PP. Modern Al-Amanah Sidoarjo

nuruljadid.net – Sekretaris Pesantren ustaz H. Tahirudin, MM.Pd dan beberapa pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid sambut hangat kehadiran empat rombongan bus dari Pondok Pesantren Modern Al-Amanah Junwangi Sidoarjo yang datang ke bumi Nurul Jadid pada Sabtu siang (14/01/2023) tadi. Kedatangan rombongan tersebut selain untuk menyambung tali silaturrahmi, juga untuk saling bertukar pengalaman dalam pengelolaan pesantren.

Ustaz Ismanto, M.Pd, selaku pimpinan rombongan dalam sambutannya menyampaikan terimakasih karena telah diterima untuk berkunjung ke Nurul Jadid.

“Terimakasih telah menerima kami dengan baik. Tujuan kami kesini tidak lain dan tidak bukan ialah untuk tolabul Ilmi,” papar beliau.

(Potret Ustaz Ismanto, M.Pd Wakil Kepala Bidang Bahasa sekaligus Pimpinan Rombongan disaat menyampaikan sambutan )

Oleh karena itu, Ustaz Ismanto melanjutkan, kami mohon bimbingan panjenengan agar nanti bisa memberikan solusi atau trik untuk mengelola pesantren, khususnya dalam hal mengatasi suatu persoalan yang kerap dihadapi dengan santri yang beragam. Karena di pondok kami yang menjadi pengurus notabenenya ialah anak-anak yang masih kelas 11 MA. Dimana mereka masih membutuhkan wawasan yang lebih luas untuk menghadapi suatu permasalahan.

Selain berkunjung ke Nurul Jadid, rombongan tersebut akan melanjutkan perjalanannya ke Pulau Dewata.  Karena perjalanan itu dalam rangka merealisasikan program “EL Tour” yakni Education Language tour yang bertujuan untuk melatih kemampuan berbahasa Inggris para peserta didik.

“Selanjutnya kita akan menyeberang ke Bali. Mereka akan dipertemukan langsung dengan turis yang ada di Bali untuk mempraktekkan ilmu kebahasaannnya. Apakah mereka ini nanti berani atau tidak untuk berkomunikasi dengan para turis,” imbuhnnya

Sementara itu, dalam sambutan hangat Sekretaris Pesantren, Ustaz H. Tohir sapa rombongan dengan beri ungkapan “Ahlan Wasahlan Bihudurikum” kepada seluruh rombongan.

Lebih lanjut, sekretaris pesantren berharap kepada pengurus Nurul jadid agar menjamu dengan baik dan tidak mengecewakan kedatangan rombongan.

“Mudah-mudahan yang menjadi tujuan dan keingingan PP Modern Al-Amanah ini nanti bisa didapatkan dan tidak mengecewakan. Atau bahkan kita juga bisa mendapatkan pengetahuan terkait bagaimana pengelolaan pesantren oleh santri pelajar di PP Al-Amanah yang bisa diterapkan di Pesantren Nurul Jadid,” pungkas ustaz H. Tahir.

Usai acara seremonial, rombongan dibagi menjadi beberapa grup diskusi sesuai bidang masing-masing agar bisa saling bertukar pengalaman lebih luas.

 

 

(Humas Infokom)

Rapim Nurul Jadid Evaluasi Akhir Periode, Menyongsong 2023 dengan Penguatan Kemandirian Pesantren

nuruljadid.net – Seakan tidak pernah tidur, Pondok Pesantren Nurul Jadid selalu terjaga melakukan pembenahan dan perencanaan untuk perbaikan mutu layanan dan pengembangan kemandirian pesantren. Tepat satu periode (5 tahun) sentralisasi manajemen pesantren sejak 2018 awal berjalan, pimpinan pesantren Kamis (29/12/22) kemarin pagi adakan rapat pimpinan (Rapim) untuk evaluasi akhir periode dan membahas struktur pesantren yang hasilnya akan dijadikan bahan pertimbangan pengasuh menyusun Arah Kebijakan Umum Pesantren (AKUP) tahun 2023.

Setengah dekade, Pondok Pesantren Nurul Jadid telah melakukan modernisasi pengelolaan pesantren dengan sentraliasi dan digitalisasi birokrasi. Ide ini bermula dan terus berkembang dibawah kepemimpinan Kepala Pesantren KH. Abdul Hamid Wahid. Mulai dari paperless office sampai dengan elektronifikasi layanan dan birokrasi selain guna efisiensi sumber daya juga menciptakan excellent service kepada wali santri dan warga pesantren.

Kepala pesantren KH. Abd. Hamid Wahid menghimbau kepada semua satuan kerja (satker) untuk menganalisa, mengevaluasi dan melakukan perencaan sesuai arah kebijakan umum dan penguatan kemandirian pesantren di pelbagai sektor dan bidang.

Pada rapat pimpinan (Rapim) tersebut menitikberatkan pada penyampaian aspirasi, hasil evaluasi, dan pengamatan dari masing-masing pimpinan satker untuk dijadikan pertimbangan dalam penyusunan arah kebijakan umum yang kemudian diterjemahkan dalam program kegiatan.

Hal strategis yang menjadi fokus Rapim Nurul Jadid beberapa adalah penguatan kedisiplinan administrasi, pengawalan, pengelolaan dan penatanaan organisasi pesantren agar lebih optimal, produktif, progresif, efektif dan efisien. Tidak sekedar pembangunan kapasitas (capacity building) melainkan lebih mengarah pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

(Suasana Rapat Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton melakukan pembahasan evaluasi akhir tahun, struktur pesantren dan arah kebijakan umum pesantren)

Penguatan kelembagaan bagian IT dan data menjadi salah satu topik pembahasan guna optimalisasi sumber daya berbasis aplikasi untuk efisiensi layanan yang terintegrasi antara satu data dengan data yang lain.

Rapim juga mengamanahkan untuk dengan seksama menganalisa struktur sesuai kebutuhan, reformasi regulasi birokrasi ORTALA untuk efektifitas dan efisiensi kerja. Sehingga dari hasil evaluasi dan Analisa akan menjadi bahan perencanaan untuk satu sampai dengan lima tahun ke depan dengan tetap memperhatikan Program Induk Pesantren (PIP) dan Arah Kebijakan Umum Pesantren (AKUP).

Kabag. Pehpa Miftahul Huda menyampaikan bahwa amanah yang dihasilkan dari rapat pimpinan tidak jauh dari penguatan kelembangan secara holistik untuk memanifestasikan kemandirian pesantren

“intisari dari rapat pimpinan, masing-masing pimpinan perlu menganalisa terlebih dahulu apa yang perlu dilakukan sesuai kebutuhan berdasarkan hasil evaluasi bersama guna melakukan penguatan di pelpbagai sektor agar program dibuat tepat sasaran,” bapak Miftah menerangkan saat ditemui di ruang kerjanya.

Hal tersebut diamini oleh kasubbag perencanaan dan evaluasi Haris Firdaus. Bahwa perencanaan yang telah disusun di masing-masing satuan kerja perlu kembali ditelaah menyesuaikan arah kebijakan umum pesantren yang sedang dalam proses finalisasi.

“perencanaan ini merupakan hal krusial dalam sebuah organisasi, karena sekali salah merencanakan, maka kita merencanakan kegagalan. Oleh karena itu, perlu kerja sama masing-masing satker untuk melakukan perencanaan strategis dan tepat sasaran yang sekiranya memberikan dampak signifikan pada pesantren sesuai AKUP,” jelas bapak Haris menutup perbincangan dengan tim Nurul Jadid Media.

Turut hadir dalam rapat pimpinan tersebut pengasuh KH. Moh. Zuhri Zaini, kepala pesantren KH. Abd. Hamid Wahid, waka. pesantren KH. Najiburrahman Wahid, kepala Biro Pendidikan K. Moh. Imdad Robbani, sekretaris pesantren H. Faizin Syamwil, kepala badan pengawas KH. Moh. Mahfudz Faqih, kepala mahkamah pesantren H. Luthfi Adim, kepala inkubasi bisnis H. Thahiruddin, kabag. Humpro Syamsuri Hasan, Kabag. Pepha Miftahul Huda dan pimpinan satuan kerja yang lain.

 

 

(Humas Infokom)

Reformasi Organisasi, Puluhan Santri Lolos Tes Tulis Ikuti Tes Lanjutan Panji Pelopor

nuruljadid.net – Pasca pelaksanaan tes tulis, kini Organisai Panji Pelopor Nurul Jadid putra melaksanakan tes lanjutan, yakni tes interview yang berlangsung pada Selasa (20/12/2022) siang bertempat di ruang rapat pesantren. Nampak puluhan santri duduk rapi menunggu giliran panggilan untuk tes interview.

Tim penguji tes interview ini berjumlah empat orang dan diambil dari unsur bagian protokoler pesantren dan pembina Panji Pelopor. Kasubbag Protokoler ustaz Ady Azhari juga ikut terjun mewawancarai bersama stafnya ustaz Alfi Syukrin dan dua pembina Muhammad Miftahul Ulum Ahmad Zainul Khofi.

Menurut pembina Panji Pelopor, Ahmad Zainul Khofi mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk realisasi dari program yang telah ada dalam rangkaian penerimaan pengurus baru Panji Pelopor dengan tujuan menyaring dan merefresh kembali beberapa hal terutama dalam kepengurusannya.

“Selain itu, mereka akan diberikan pelatihan khusus setelah pelantikan seperti tentang keorganisasian dan keprotokolan. Karena tugas utama mereka adalah membantu Pondok Pesantren Nurul Jadid dalam memberikan pelayanan yang baik khususnya ketika ada tamu-tamu pesantren,” tambahnya.

Dalam oraganisasi Panji Pelopor ini ada aturan unik. Pasalnya, anggota lama yang telah berproses selama satu tahun dan ingin melanjutkan pengabdiannya lagi di organisasi Panji Pelopor, maka ia tetap harus mengikuti serangkaian tes kembali. Hal itu bertujuan untuk mengetahui seberapa besar semangat juang para santri untuk mengabdikan diri ke pesantren melalui organisasi Panji Pelopor tersebut.

Tes Interview ini berlangsung selama seperempat hari, seperti yang disampaikan Khofi.

“Kami start mulai dari jam dua siang, karna masih menunggu teman-teman pulang sekolah dan berakhir hingga jam setengah lima sore,” jelas pembina panji pelopor kepada tim Nurul Jadid Media.

Selanjutnya, nilai mereka akan direkap oleh panitia dan dipertimbangkan kelayakannya untuk diterima dan bergabung ke dalam organisasi Panji Pelopor atau tidak. kemudian, peserta yang lolos tes akan mengikuti pelantikan kepengurusan baru serta mendapatkan pelatihan-pelatihan khusus untuk pengembangan diri mereka.

Dalam tes interview ini penguji lebih menekankan pada visi dan misi para calon yang akan dilakukan ketika sudah diterima nantinya. lebih-lebih aspek kepribadian dan profesionalisme dalam berorganisasi nanti.

 

 

(Humas Infokom)

Tutup Akhir Tahun, Pondok Pesantren Nurul Jadid Dihadiahi Penghargaan Pesantren Terbaik

nuruljadid.net – Menutup akhir tahun 2022, Pondok Pesantren Nurul Jadid mendapat sebuah kehormatan selain dipercaya sebagai tuan rumah penyelenggara program Salam Santri bersama Indomie dan stasiun JTV, juga mendapatkan apresiasi sebagai Pondok Pesantren Terbaik tahun 2022 pada Jum’at pecan lalu (22/12).

PT. Indofood Sukses Makmur Tbk bersama Jawa Timur Televisi (JTV) Rek menggelar program tahuan Salam Santri yang sempat dua tahun mandek disebabkan pandemi COVID-19 ini bertujuan untuk memperkenalkan pesantren kepada khalayak lebih luas khususnya di provinsi Jawa Timur.

Kegiatan “Salam Santri” ini meliputi bersih massal pesantren, dawuh kiai, senam santri, sarapan bareng Indomie dan berbagai jenis perlombaan bernuansa Indomie. Tidak hanya itu, santri juga berkesepatan medapatkan hadiah door prize bagi yang beruntung.

Menyoal orientasi event Salam Santri, pasalnya, kegiatan ini merupakan bentuk partisipasi Indomie dan JTV untuk menyapa pesantren dengan kegiatan edutainment, menggabungkan hiburan yang mendidik bagi santri.

Kiai Muhammad Al-Fayyadl yang akrab disapa Gus Fayyadl perwakilan keluarga Pondok Pesantren Nurul Jadid yang hadir sebagai pengisi tausiyah mengapresiasi program kerjasama, “ini merupakan bentuk silaturrahim yang baik, supaya dari pesantren bisa lebih mengenal perkembangan di luar, begitu juga teman-teman di luar bisa menyapa teman-teman di pesantren” Gus Fayyadl menuturkan kepada awak media dari JTV.

“harapannya ke depan, teman-teman dari media termasuk dari JTV dan juga dari PT Indofood ya, itu bisa memberi manfaat buat teman-teman kami, buat santri kami yang di pesantren” imbuh Gus Fayyadl di akhir wawancaranya.

Menurut Area Sales Promotion Manager (ASPM) Eko Mulyadi selaku Co. Event JTV event “Salam Santri” memberikan dana CSR dan piagam penghargaan Pondok Pesantren Terbaik di Jawa Timur tahun 2022 versi JTV dan Indomie. Tahun ini, ada sekitar 3 pesantren yang dipilih sebagai pesantren terbaik dan menjadi tuan rumah program Salam Santri, diantaranya, Ponpes Nurul Islam Jember, Ponpes Nurul Jadid Paiton dan Ponpes Darussalam Blokagung Banyuwangi.

Penghargaan tersebut dibuktikan dengan piagam penghargaan yang diberikan bapak Eddy sebagai perwakilan JTV kepada perwakilan keluarga Pondok Pesantren Nurul Jadid, Kiai Muhammad Al-Fayyadl, M.Fil. disamping sebagai award, melalui event-event semacam ini bertujuan sebagai “syi’ar Islam” pesantren melalui platform media televisi dan digital.

Kasubbag Umum ustaz Muslehuddin Jauhari, M.Pd mengungkapkan rasa syukurnya atas penghargaan yang diberikan “Alhamdulillah kami sangat bersyukur atas apresiasi  dan penghargaan yang diberikan kepada Pondok Pesantren Nurul Jadid, hal ini tidak lain berkat kerja keras seluruh panitia dan pengurus yang istiqomah memberikan layanan terbaik, meskipun kami sadari banyak kekurangan yang akan kami terus perbaiki,” ungkap ustaz Musleh disela kesibukannya di kantor sekretariat putra saat dimintai pendapatnya.

 

 

(Humas Infokom)

 

Sebanyak 3.500 Santri Nurul Jadid Sarapan Bersama Indomie dan JTV Rek

nuruljadid.net – Pondok Pesantren Nurul Jadid menggelar giat Semangat Sarapan bersama yang diikuti 3.500 santri putra dan putri bersama  PT Indofood Sukses Makmur Tbk dan Jawa Timur Televisi (JTV) Rek.  Giat dalam rangka Salam Santri ini digelar terpusat di halaman Gedung Putih Wilayah Al-Hasyimiah untuk putri dan Lapangan Ayaman untuk putra (16/12/2022) Jum’at pagi lalu.

PT Indofood Sukses Makmur melalui brand Indomie menggelar kegiatan Salam Santri di Pondok Pesantren Nurul Jadid ini dimeriahkan dengan beragam kegiatan. Namun yang menjadi highlight kegiatan ini adalah sarapan bersama Indomie varian rasa terbaru yaitu Kebab Rendang disingkat KR.

Saat, waktu yang telah ditunggu telah tiba yaitu sarapan Indomie gratis, ribuan santri nampak berbondong-bondong mengantri dengan tertib untuk mengambil jatah sarapan mie instan Indomie varian terbaru yang sudah membuat penasaran sejak beredarnya program Salam Santri ini beberapa hari sebelum pelaksanaan.

(Tampak santri putri dengan tertib menganteri untuk mengambil kotak sarapan Indomie varian terbaru Kebab Rendang)

Terlihat ribuan santri putri dengan mengenakan kostum atasan putih dan bawahan hitam tengah menikmati sarapan sederhana Indomie setalah cukup lama mengantri. Setelah membaca doa bersama, sesuai arahan host, ribuan santri mengangkat kotak sarapan Indomie dengan meneriakkan tagline-nya “Indomie Seleraku” kemudian dengan lahap menyantap sarapan mereka yang sedari tadi aromanya menggoda perut.

Kegiatan tersebut tidak hanya untuk ajang silaturahmi saja. Pasalnya, PT Indofood dalam rangka memperingati 50 tahun Indomie hadir di tengah masyarakat Indonesia bahkan hingga manca negara juga memperkenalkan varian rasa baru Indomie, yaitu Indomie Kebab Rendang yang pagi itu dinikmati para santri secara bersama-sama termasuk pengurus yang hadir.

Manager Area Cabang Jember PT. Indofood Sukses Makmur, Eko Mulyono mengatakan, kegiatan Salam Santri sudah beberapa kali diselenggarakan di beberapa kota secara bergilir setiap tahunnya. Namun, sejak pandemi, Salam Santri sempat terhenti. Tahun ini target santri yang mengikuti Salam Santri sebanyak 3.500 orang di setiap pesantren yang dijadikan tuan rumah. Pihak Indofood memilih Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo karena dinilai selain jumlah santri yang banyak juga tingkat konsumsi mie instan cukup bagus.

(Manager Area Jember PT Indofood CBP Sukses Makmur, Eko Mulyono, pada saat menyapa para santri pada acara salam santri Indomie dan JTV)

Eko menambahkan, di akhir kuartal 4 ini, pihaknya menyelenggarakan Salam Santri di 3 kabupaten dengan pesantren yang berbeda, sebelumnya di Ponpes Nurul Islam Antirogo Jember, Ponpes Nurul Jadid Probolinggo, dan yang akan datang di Ponpes Darussalam Blokagung Banyuwangi.

 

 

(Humas Infokom)

Pengurus Gabungan Fatayat Muslimat PKK (PGFM PKK) Wedoro Sidoarjo Silaturahim ke Nurul Jadid

nuruljadid.net – Dalam rangka safari religi Pengurus Gabungan Fatayat Muslimat PKK (PGFM PKK) Wedoro Sidoarjo sambung silaturahim kepada keluarga besar Pondok Pesantren Nurul Jadid yang dilaksanakan pekan lalu pada, Ahad (04/12) siang. Kunjungan juga diisi dengan pembacaan yasin dan Tahlil di Maqbaroh masyayikh Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Rencana awal, kunjungan tersebut akan dilakukan pada pagi hari, namun Wakil Kepala Pesantren KH. Najiburrahman Wahid beserta wakil sekretaris pesantren Ny. Mutmainnah Waqid berhalangan karena harus menghadiri rapat koordinasi rutin bulanan bersama seluruh satuan kerja dan satuan pendidikan, sehingga kunjungan dimundurkan siang hari yang bertempat di Aula 1 pesantren.

Pada kegaitan itu wakil kepala pesantren KH. Najiburrahman Wahid beserta wakil sekretaris pesantren Ny. Mutmainnah Waqid dan jajaran pengurus pesantren lainnya menyambut hangat kedatangan rombongan Majelis Pengurus Gabungan Fatayat Muslimat PKK (PGFM PKK), sekaligus mawakili keluarga besar pesantren Nurul Jadid khususnya pengasuh KH. Moh. Zuhri Zaini yang saat itu udzur karena kondisi kesehatan.

Turut hadir dalam acara tersebut ketua rombongan Ny. Hj. Zumaro disusul oleh rombongan lain sebanyak 260 peserta yang tergabung dalam Pengurus Gabungan Fatayat Muslimat PKK (PGFM PKK) Wedoro Sidoarjo. Pasalnya  peserta yang ikut diawal berjumlah 240 orang akan tetapi bertambah 20 orang sehingga menjadi 260 orang. Hal ini menujukkan antusiasme yang luar biasa sebagai upaya tabarrukan kepada kiai dan majelis keluarga Pondok Pesantren Nurul Jadid.

(ketua rombongan Ny. Hj. Zumaro pada saat menyampaikan sambutan)

Ketua Rombongan Ny. Hj. Zumaro memaparkan dalam sambutannya bahwa sangat senang dan penuh haru dalam penyambutan dan pelayanan yang begitu nayaman sehingga ucapan terima kasih selalu disebut dalam sambutannya. Tidak hanya itu beliau juga menyampaikan ucapan maaf atas terganggunya kegiatan lain dikarenakan kedatangan rombongan PGFM PKK.

“Terima kasih banyak atas pelayanan yang begitu baik dan nyaman terhadap kami dan mohon maaf Romo Yai dan Bu Nyai atas terganggunya waktu jenengan dengan hadirnya kami disini karna merepotkan, ”tuturnya. Usai memberikan sambutan beliau memberikan bingkisan kepada perwakilan keluarga Nurul Jadid Ny. Mutmainnah Waqid.

(Penyerahan bingkisan oleh ketua rombongan Ny. Hj. Zumaro kepada wakil sekretaris pesantren Ny. Mutmainnah Waqit)

Selain silaturahmi rombongan Pengurus Gabungan Fatayat Muslimat PKK (PGFM PKK) juga ziarah ke maqbarah pendiri dan almarhumin keluarga besar Pondok Pesantren Nurul Jadid dengan pembacaan Yasin dan tahlil bersama mengharap barokah masyayikh Nurul Jadid.

Wakil Kepala Pesantren KH. Najiburrahman Wahid menceritakan sekilas tentang sejarah berdirinya Pondok Pesantren Nurul Jadid, di pertengahan tausiyahnya beliau mengingatkan bahwa di Pondok Pesantren Nurul Jadid menjunjung tinggi nilai-nilai kepesantrenan. Pokok nilai kepesantrenan yang utama adalah Trilogi Santri, dalam trilogi tersebut terdapat poin-poin penting, salah satunya melaksanakan perintah Allah SWT terutama fardlu ‘Ain yang perlu menjadi perhatian bersama sebelum fardlu kifayah.

(Wakil Kepala Pesantren KH. Najiburrahman Wahid pada saat menyampaikan tausiyah)

“Santri Nurul Jadid selalu dan wajib mendahulukan trilogi santri dalam hal mengaji dan belajar selalu mendahulukan trilogi. Santri mau belajar apapun baik itu bahasa asing seperti bahasa Arab, bahasa Inggris, bahasa Mandarin, Jepang ya silahkan, tapi trilogi santri ini harus paham dulu” dawuhnya.

 

 

(Humas Infokom)

Wisudawan Terbaik UNUJA Zulfikar Prayogi, Persembahkan 6 Juara Nasional Dalam Sebulan

nuruljadit.net – Wisudawan Terbaik Non-Akademik Universitas Nurul Jadid (Unuja) Prodi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Sosial dan Humaniora, Zulfikar Prayogi, berhasil menyabet enam prestasi selama bulan Oktober lalu tingkat Nasional untuk kembali dipersembahkan kepada almamater kampus berkeadaban Unuja. Prestasi yang diraih dari dua kategori yaitu bidang bahasa Inggris dan sastra.

Zulfikar sukses meraih prestasi tingkat nasional ini usai menyisihkan ratusan peserta lainnya dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Kerja keras dan riyadlah dia selama di pondok pesantren berbuah manis dan berhasil menginspirasi anak asuhnya yang lain.

“Sejujurnya, setiap kali mengetahui diumumkan sebagai pemenang, saya selalu bersyukur sekali karena bisa mengharumkan nama almamater saya UNUJA dan pastinya Pondok Pesantren Nurul Jadid tercinta yang membesarkan dan mendewasakan saya hingga seperti sekarang. Hal ini terwujud juga selain kerja keras juga karena barokah dan doa dari keluarga Masyayikh Nurul Jadid untuk seluruh santrinya, ” ungkapnya Senin (1/11/2022) silam.

Mahasiswa angkatan 2018 ini sebelumnya sudah seringkali meraih prestasi hingga tingkat internasional. Zulfikar yang hobi adventuring ini gemar menulis karya sastra yang berhasil mengantarkannya menjadi juara dalam berbagai event lomba kesastraan, khususnya cipta baca puisi.

Dalam berbagai kompetisi yang Zulfikar ikuti, hampir semuanya membuahkan hasil. Mahasiswa yang passionate dengan Bahasa Inggris dan sastra ini tidak hanya mahir dalam bidang verbal language atau speaking saja namun juga writing skill dalam Bahasa Inggris.  Hal ini bisa dikuasai Zulfikar karena konsistensi dia dalam berlatih berbocara, membaca dan menulis baik literatur bahasa Indonesia lebih-lebih bahasa Inggris sehingga kemampuan literasi kebahasaannya terus berkembang.

“Saya merasa membaca dan menulis itu sangat penting untuk bisa berprestasi, karena dengan membaca akan memperkaya knowledge kita sehingga isi pidato yang kita sampaikan berbobot dan dengan menulis kita juga bisa mengutarakan gagasan dan mewariskannya dalam karya yang bisa bermanfaat untuk banyak orang yang membacanya,” tegas Zulfikar kepada nuruljadid.net

Tidak hanya itu, Wisudawan Terbaik asal Tamanan Bondowoso tersebut berhasil meraih predikat pengurus berprestasi tahun ajaran 2021-2022 LPBA Nurul Jadid yang dinobatkan pada saat kegiatan Yudisium LPBA Jum’at (28/10/2022). Usai dinobatkan sebagai pengurus berprestasi, tepat pada Sabtu (29/10/2022) dia dinobatkan sebagai wisudawan terbaik non-akademik pada acara Wisuda ke-V Universitas Nurul Jadid tahun 2022.

 

 

(Humas Infokom)

Pesan Kiai Zuhri Zaini Kepada Wisudawan “Belajarlah Dimanapun Kamu Berada, Bahkan di Tempat Kerjamu”

nuruljadid.net –Utlubul ‘Ilma Minal mahdi Ilallahdi bahwa dalam menimba ilmu itu mulai dari usia nol atau dari buaian seorang ibu hingga liang lahat, tidak ada tolak ukur dalam mencari ilmu.” Untaian kalimat mengawali sambutan Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid KH. Moh. Zuhri Zaini dalam upacara Wisuda Diploma, Sarjana, dan Magister Universitas Nurul Jadid pada hari Sabtu (29/10) pagi.

Dalam momen yang sama, pengasuh berpesan bahwa belajar tidak hanya pada tempat dan waktu tertentu, dalam konteks tersebut beliau memberikan contoh lembaga pendidikan dari sekolah dasar sampai perguruan tunggi  yang membuat kita lebih cepat dan efektif mendapatkan ilmu. Akan tetapi, menurut beliau dimanapun berada kita bisa belajar dengan keinginan kita sendiri.

“Apalagi mencari ilmu itu tidak harus di ruang-ruang khusus, misalnya di madrasah, sekolah, sampai perguruan tinggi sekalipun. Itu cara cepat dan efektif untuk kita mendapatkan ilmu sebanyak-banyaknya, tapi kita bisa menimba ilmu dimanapun kalo kita mau,” dawuh beliau.

(KH. Moh Zuhri Zaini Pada Saat Memberikan Sambutan Kepada wisudawan Pada Acara Wisuda Ke V Universitas Nurul Jadid)

Pengasuh ke-4 PonPes Nurul Jadid ini menambahkan, bahwa tempat bekerja itu juga adalah tempat belajar. Tutur beliau, di tempat kerja itu kita bisa mengevaluasi hasil kerja kita sehingga terus meningkat serta bisa menghasilkan tambahan ilmu dari pengalaman bekerja.

“Bahkan ditempat kerja kita, andaikan kita bekerja itu adalah tempat belajar, dengan cara selalu mengevaluasi kerja kita sehingga lebih meningkat dan dari situlah kita akan mendapatkan tambahan ilmu sekalipun malalui pengalaman kerja,” imbuh beliau.

Kemudian Kiai Zuhri juga menyampaikan suatu hadist, “Man Amila Bima ‘Alima Warrotsahullohu ‘Ilma Maa Lam Ya’lam” artinya “orang yang mengamalkan ilmu yang sudah dia dapat, maka Allah akan memberi tambahan kepada orang itu pengetahuan sesuatu yang belum dia ketahui,” dawuh beliau.

 

(Humas Infokom)

Siswa MA Nurul Jadid Torehkan Prestasi Membanggakan Bidang Kitab Kuning

nuruljadid.net – Meski tengah menikmati libur pesantren beberapa pekan lalu, Santri Nurul Jadid berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih juara dua ajang perlombaan Musabaqoh Qiraatil Kutub (MQK) Nasional tingkat SLTA yang digelar oleh Universitas Negeri Maulana Malik Ibrahim, Malang (14-15/10).

Santri bernama Wildan Zulfikar tersebut berasal dari Daerah KH. Zaini Mun’im (MAK) yang juga siswa aktif kelas unggulan XII 1 Keagamaan Madrasah Aliah Nurul Jadid (MANJ). Prestasi yang diraih pada Gebyar Apresiasi Khazanah Araby (Gaza) X 2022 tersebut, yakni membaca kitab kuning tanpa harokat (gundul) dengan jenis kita Fathul Qorib (Takrib) yang mana peserta harus mengikuti aturan yang telah di cantumkan pada ajang perlombaan tersebut.

Wildan Zulfikar kelahiran Surabaya, 29 April 2005 itu belajar dengan sungguh–sungguh untuk mendapakat hasil yang memuaskan. Pasalnya, peserta harus membaca dengan lancar, fasih dan tepat serta menyertakan makna dari bab yang telah dibacanya dan tetap mengikuti pedoman ilmu alat (nahwu dan sorrof). Usai membacakan serta memberikan makna dengan bab Muamalat (hukum sosial) dan Munakahat (hukum perkawinan). Jajaran dewan juri bergilir memberikan pertanyaan kepadanya dengan pertanyaan yang berbeda dan harus dijawab secara tepat dan akurat.

Santri yang akrab dipanggil Wildan tersebut mampu menjawab pertanyaan berbeda yang diberikan oleh dewan juri dengan jawaban yang benar dan tepat. Sehingga dewan juri terpikat akan penguasaan keilmuan yang Wildan miliki berdasarkan penampilan dia saat menerangkan Bab yang telah dipilih secara acak melalui undian sebelumnya.

Perlombaan yang digelar selama dua hari tersebut menyisakan kenangan dan kesan yang indah baginya. Pasalnya, Wildan Zulfikar dinobatkan sebagai juara dua Lomba Musabaqoh Qiraatil Kutub (MQK) Nasional tingkat SLTA mewakili Pondok Pesantren Nurul Jadid dan khususnya MA Nurul Jadid.

Penanggung jawab lomba MA Nurul Jadid menerangkan bahwa masa libur pesantren yang bertepatan dengan penyelenggaraan event Gaza tersebut sangat membantu Wildan dalam mempersiapkan diri menghadapi perlombaan karena bisa lebih fokus dan tenang dibandingkan di pesantren yang padat akan banyak kegiatan.

“Selama liburan itu, siswa yang ikut Gaza bisa lebih fokus pada jenis lomba yang diikuti, karena tidak disibukkan oleh kegiatan pesantren dan madrasah,” sebagaimana dilansir pada website resmi MA Nurul Jadid.

 

 

(Humas Infokom)