Santri Melek Corona dalam Pesta Upaya Pencegahan
Segala suguhan yang disajikan media akhir-akhir ini sedang didemo oleh wabah virus covid-19 atau yang lebih kaprah terdengar sebagai virus corona. Wabah virus yang berasal dari wuhan, china ini benar benar menjadi sosok hantu yang menakutkan yang menggangu ke stabilitas aktivitas manusia sehari-hari. Virus ini merupakan tipe virus yang menyerang sistem pernafasan manusia dan juga begitu mudahnya virus ini menyerang manusia melalui kontak interaksi langsung dan benda-benda yang tersentuh oleh pengidap virus corona. Sebab komplotan virus ini, segala bentuk parlement pemerintahan berbenah dalam beradaptasi memerangi virus ini, seperti pendidikan, birokrasi, ekonomi dan lain-lain. Virus ini juga menjadi propaganda yang memorat-maritkan ekonomi global , negara amerika yang menjadi poros adidaya duniapun kini sedang mengerjakan pr-nya dalam berbenah dan beradaptasi untuk mengantisipasi kemerosotan akibat virus yang tak kenal siapa dalam menyandang kasta pemerintahan maupun sosial ini.
Pondok pesantren mulai merancang segala bentuk kebijakan dalam upaya pencegahan virus corona. Antara lain seperti menambah aktifitas-aktifitas dalam memperkuat imunitas badan santri, yaitu menyediakan tempat cuci tangan santri mematisurikan bentuk pendidikan formal dalam lingkup pesantren. Semua kebijakan ini bermuarakan pada asas menjaga kesehatan santri.
Salah satu contoh fatwa kebijakan pesantren diatas bertujuan untuk keselamatan santri dari wabah corona. Lantas sebagai seorang santri harus menyikapi secara bijak dan cerdas kebijakan-kebijakan pesantren.
Meskipun secara nyata di kehidupan dalam lingkup pesantren santri tidak dapat bermedia secara kurun waktu yang lama yang membuat santri tidak begitu up date. Santri harus bisa ‘melek’ seputar virus corona ini sehingga santri mempunyai bekal pemahaman secara betul dan bisa menanggapi serta beradaptasi secara cerdas gejala, resiko dan kegiatan seperti apa yang bisa sumbangsihkan dalam memeriahkan upaya pencegahan virus corona dalam lingkup pondok pesantren.
Permasalahan juga timbul akibat kurangnya bermedia . Banyak dari santri mendapatkan berita berita dari lemparan mulut yang tak jelas dari mana sumbernya. Hal ini menimbulkan benih benih kegelisahan yang bersemayam pada asumsi berkelanjutan yang secara tidak langsung menurunkam nilai imunitas tubuhnya. Oleh karenanya, untuk menjadi santri yang cerdas dalam era dan tantangan media yang kian mendesak, santri diupayakan pintar memilih dan memilah mana berita yang dicap sebagai berita yang sohih dan mana berita yang tidak dapat dibenarkan.
Mengutip dari salah satu sabda nabi “diakhir zaman nanti akan ada suatu wabah yang menyerang ummatku, tapi mereka akan bebas darinya jika dia menjaga wudlu’nya”. Mencerna dari secuil hadits tersebut santri juga dapat menjaga pola kesehatan dan lingkungan agar terbebas dari wabah virus tersebut dengan merujuk pada pola hidup sehat yang telah diajarkan oleh agama islam dan telah dicerminkan dalam pola hidup sehat rasulullah saw
Penulis : Muhammad Izzul Haq, santri pp. Nurul jadid pemenang juara II lomba opini dalam pekan santri yang dihelat oleh fko nurul jadid pada tanggal 29 maret 2020.
Editor : Ponirin
Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!