Menko Perekonomian Airlangga Silaturrahim ke Nurul Jadid, Apresiasi Pemberdayaan Ekonomi Pesantren
nuruljadid.net – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia Airlangga Hartarto berkunjung ke Pondok Pesantren Nurul Jadid Rabu siang ini (14/09/2022). Kedatangan Menko Airlangga disambut langsung oleh pengasuh KH. Moh. Zuhri Zaini didampingi Kepala Pesantren KH. Abd. Hamid Wahid di halaman kantor pusat.
Acara berlangsung tertutup di ruang tamu pesantren. Selain silaturrahmi, Menko Airlangga banyak bertanya seputar kondisi objektif pesantren Nurul Jadid, khususnya saat menghadapi pandemic COVID-19 dan pasca pandemi.
“Untuk Santri dan Santriwati, untuk terus semangat belajar dan mengikuti perkembangan keilmuan sekarang. Terutama untuk mahasiswa dan mahasiswi jurusan kesehatan, karena ini menjadi sektor yang penting sejak terjadinya pandemi Covid-19. Masyarakat menantikan karya dan pengabdian dari adik-adik semuanya,” ungkap Menko Airlangga.
Saat diskusi, banyak hal yang dibincangkan salah satunya menyinggung tentang Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (Hebitren) sebagai motor untuk mendorong akselerasi penguatan ekonomi dari unit usaha yang ada di pondok pesantren.
(Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat tiba di Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo)
Menko Airlangga mengapresiasi kiprah Pondok Pesantren Nurul Jadid dalam hal perannya mendidik santri generasi penerus bangsa untuk dapat juga berperan serta dalam perekonomian kedepannya.
Kiai Abdul Hamid Wahid Zaini selaku wakil ketua umum Hebitren pusat juga saat ini terus memperkuat giat usaha santri dan pesantren dalam rangka pemberdayaan perekonomian masyarakat.
Santri, mahasiswa, dan pemuda merupakan kelompok sasaran yang diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan perekonomian di Indonesia melalui peran aktif di berbagai giat usaha dan ekonomi kreatif di setiap daerah.
(Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat berdiskusi bersama pimpinan Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo di ruang tamu)
Pondok Pesantren memiliki peran yang strategis dalam rangka mendukung ekonomi dan keuangan syariah karena saat ini berjumlah sekitar 36.080 pesantren dan memiliki lebih dari 4,2 juta santri.
Selain itu, sebanyak 12.469 pesantren atau 39,7% dari total pesantren, memiliki potensi secara ekonomi yang dapat menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan, ekonomi syariah, dan UMKM halal.
Selepas mengunjungi Pondok Pesantren Nurul Jadid, Menko Airlangga melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong Pajarakan untuk bersilaturahmi bersama para ulama dan pengasuh pondok pesantren.
Turut hadir dalam acara tersebut antara lain Anggota DPR RI dan Pimpinan Parta Golkar dari beberapa daerah di Indonesia.
(Humas Infokom)
Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!