Veve Zulfikar Gaungkan Sholawat Nahdliyah Karya KH. Hasan Abdul Wafi di Bumi Cahaya Baru

nuruljadid.net – Syarifah Veryal Eisha Aqila Zulfikar Basyaiban Al-Idrisi Al-Hasani atau yang sering dikenal dengan Veve Zulfikar Basyaiban ini memiliki banyak prestasi di usia muda. Beberapa hari lalu tepatnya Minggu sore (13/08/2023), dara muda yang piawai melantunkan sholawat dan qasidah tersebut berkunjung ke Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Veve Zulfikar didampingi langsung oleh kepala pesantren KH. Abd. Hamid Wahid dari Surabaya usai menghadiri kegiatan bersama. Pelantun sholawat Nahdliyah karangan Kiai Hasan Abdul Wafi ini lantas disambut dengan sorak bahagia ribuan santri putri di Aula I meskipun dipersiapkan mendadak. Hal ini bukti magnet Veve Zulfikar dapat menarik antusiasme para santri Nurul Jadid.

Veve Zulfikar saat melantunkan sholawat di Aula I Pondok Pesantren Nurul Jadid

Ayah Veve yang sering dipanggil “Abah Zulfikar” setelah ditelusuri memang gemar memperdengarkan shalawat kepada anak-anaknya sedari kecil. Itulah yang membuat keluarga Abah Zulfikar sangat akrab dengan lantunan shalawat dan qori.

Diceritakan pada kesempatan lain, saat pertama kali Veve mendengar shalawat semasa kecil adalah shalawat nariyah dan lagu ya Asyiqol Musthofa. Abahnya selalu giat mengajarkan Veve untuk bisa menguasai lagu dan shalawat dengan semangat.

“Pernah sih aku sempat putus asa, tapi Abah selalu bilang aku tuh gak boleh gitu, harus belajar lebih giat lagi, pokoknya aku selalu dapat semangat dari Abah,” kata Veve.

Veve Zulfikar saat menyapa ramah ribuan santri di Aula I Pondok Pesantren Nurul Jadid sambil melantunkan sholawat

Belajar shalawat tentunya tidak mudah bagi gadis asal Sidoarjo tersebut. Apalagi saat pertama belajar Veve masih berusia yang sangat muda, ada beberapa hambatan seperti mencari nada yang pas, belajar cengkok shalawat, dan penghayatan dari setiap syairnya. Tetapi bersama abahnya yang juga menjadi inspirator Veve, hambatan tersebut dengan mudah dilewatinya.

Menurut Veve belajar shalawat itu bermanfaat sekali, mulai dari perkara dunia ataupun akhiratnya, semua bisa kita dapat. “Salah satunya kita akan mendapatkan syafa’at Rasulullah Sallaluhu ‘alaihi wasallam,” jelas Veve.

Veve Zulfikar saat berinteraksi dan ngobrol santai dengan santri putri di Aula I Pondok Pesantren Nurul Jadid

“Shalawat juga menyambung tali silaturahmi, menjadi banyak saudara dan banyak teman,” tambah Veve.

Suasana aula saat itu dipenuhi dengan lantuan sholawat yang dibawakan oleh suara indah Veve Zulfikar dan diikuti oleh ribuan santri putri yang hadir. Khusyuk nan syahdu menggambarkan kondisi malam itu yang dimulai sekitar pukul 18.00 ba’da sholat maghrib berjamaah.

Kepala pesantren Kiai Hamid melakukan foto bersama Veve Zulfikar dan tamu serta ribuan santri putri di Aula I Pondok Pesantren Nurul Jadid

Pada kesempatan yang sama kepala pesantren sempat memberikan sambutan singkat akan pentingnya kreativitas seni dan sholawat. Sebelum meninggalkan lokasi acara, kiai Hamid memberikan cinderamata kepada Veve sebagai kenang-kenangan bahwa ia pernah menginjakkan kakinya di Nurul Jadid, bumi Cahaya Baru.

 

(Humas Infokom)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *